Oct 30, 2014

MID Geografi Sosial 2014

Jawablah soal-soal berikut ini:
  1. Bidang kajian geografi sosial adalah fenomena antroposfer yang ditekankan pada aktivitas manusia dalam ruang melalui relasi, interelasi, dan interaksi. Geografi sosial mempunyai unsur manusia, lingkungan alam, relasi,  dan interaksi serta interelasi antara manusia dan lingkungan hidup. Jelaskan unsur-unsur tersebut!
  2. Pada dasarnya, kegiatan manusia dibedakan menjadi dua, yaitu kegiatan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan sendiri (subsistence) dan memenuhi kebutuhan pasar (comercial). Jelaskan!
  3. Sumber daya yang dapat dimanfaatkan dari manusia berupa fisik (tenaga), pikiran dan keahlian (expertise), dan kepemimpinan. Sebagai mahasiswa geografi, bagaimana pendapat saudara menanggapi ketiga hal tersebut?
  4. Pilih 2 soal yang telah ditulis teman-temanmu dari bab yang berbeda.

Ketentuan
Kerjakan pada kertas folio, dikumpulkan paling lambat 31 Oktober 2014 jam 15.00 (titipkan staf laboratorium).

Oct 19, 2014

Tugas SMI Rombel 1 dan 2

Indonesia mempunyai sekitar 1.128 Suku bangsa. Kekayaan ini harus menumbuhkan kebanggaan bagi kita sebagai masyarakat Indonesia yang berbudaya dan bermartabat, bukan malah menonjolkan perbedaan. Agar tumbuh kebanggaan dan kecintaan, maka kita perlu mengenal sebagian suku bangsa yang ada. Tugas mahasiswa adalah memperkenalkan salah satu suku bangsa dalam bentuk power point. Saudara diberikan keleluasaan untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang suku bangsa tersebut, baik geografis, bahasa, adat, dan aspek yang lain. Setiap mahasiswa tidak boleh sama. Untuk itu pendaftaran suku bangsa apa yang akan dipaparkan dapat melalui kolom komentar.

Tugas Geografi Sosial

Kepada mahasiswa Geografi S1 yang mengikuti kuliah Geografi Sosial, saudara diwajibkan membaca buku Geografi Sosial terbitan Ombak yang disusun oleh Ibu Dr. Eva Banowati. Setelah itu saudara diwajibkan membuat 1 pertanyaan dengan ketentuan:
  1. Mahasiswa dengan NIM akhir 0 dan 6 membuat pertanyaan yang bahannya dari bab 1
  2. Mahasiswa dengan NIM akhir 1 dan 7 membuat pertanyaan yang bahannya dari bab 2
  3. Mahasiswa dengan NIM akhir 2 dan 8 membuat pertanyaan yang bahannya dari bab 3
  4. Mahasiswa dengan NIM akhir 3 dan 9 membuat pertanyaan yang bahannya dari bab 4
  5. Mahasiswa dengan NIM akhir 4 membuat pertanyaan yang bahannya dari bab 5
  6. Mahasiswa dengan NIM akhir 5 membuat pertanyaan yang bahannya dari bab 6

Pertanyaan tidak boleh sama. Agar tidak sama, silahkan ditulis pada kolom komentar paling lambat 27 Oktober 2014. Jangan lupa gunakan account google yang mencerminkan identitas saudara. Terima kasih.

Sep 22, 2014

Tugas SPG-2 Rombel 01

Jawablah pertanyaan di bawah ini:
Bagi mahasiswa yang belum praktik mengajar
  1. Saudara telah menyusun skenario pembelajaran. Deskripsikan langkah-langkah apa saja yang sudah saudara lakukan dalam menyusun skenario tersebut.
  2. Deskripsikan kesulitas atau hambatan yang saudara hadapi dalam penyusunan skenario tersebut.
  3. Upaya apa yang saudara lakukan untuk mengatasi hambata tersebut.

Bagi mahasiswa yang sudah praktik mengajar
  1. Susunlah jurnal reflektif berdasarkan praktik mengajar yang sudah saudara laksanakan
  2. Bagaimana upaya saudara dalam menerapkan pendekatan saintifik
  3. Upaya apa yang bisa saudara lakukan untuk meningkatkan kualitas mengajar saja.
Silahkan ditulis pada kolom komentar, jangan lupa gunakan account google mail yang menunjukkan identitas saudara paling lambat 29 September 2014

Sep 14, 2014

Tugas Pengganti MK SMI Rombel 01



Ada Beberapa definisi nilai sosial, diantaranya yang dikemukakan oleh Kimmball Young, AW Green, Wood, dan Soerjono Soekanto. Berdasarkan keempat definisi tersebut, bagaimana definisi saudara tentang nilai sosial? Lalu, apa manfaatnya bagi manusia?

Silahkan djawab pada kolom komentar, dengan ketentuan:

  1. Gunakan account google yang bisa terdidentifikasi nama dan foto saudara. 
  2.  Sertakan nim saudara. Paling lambat 21 September 2014

Tugas Pengganti MK SMI Rombel 02


Norma merupakan aturan-aturan dengan sanksi-sanksi yang dimaksudkan untuk mendorong, bahkan menekan anggota masarakat secara keseluruhan untuk mencapai nilai-nilai sosial.  Apa definisi norma menurut saudara?
Silahkan djawab pada kolom komentar, dengan ketentuan:
  • Gunakan account google yang bisa terdidentifikasi nama dan foto saudara.
  • Sertakan nim saudara. Paling lambat 21 September 2014

Sep 11, 2014

Tugas Pengganti kuliah MK Geografi Sosial

Diinformasikan kepada mahasiswa Geografi yang mengikuti kuliah Geografi Sosial Semester Gasal 2014-2015, Saudara telah mengikuti beberapa pertemuan kuliah Pengantar/Filsafat Geografi. Sehubungan dengan hal tersebut, saudara saya persilahkan mendeskripsikan 2 definisi Geografi dengan ketentuan:
  1. Saudara tulis pendapat/pengertian menurut tokoh ata siapa atau asosiasinya (ditulis pada bagian komentar postingan ini)
  2. Pengertian yang saudara tulis harus disebutkan dari mana saudara pendapat pengertian tersebut(tidak boleh dari buku pelajaran geografi SMA/MA)
  3. Sertakan identitas saudara (NIM saja), gunakan mail google yang langsung teridentifikasi nama saudara
  4. Satu email hanya digunakan untuk 1 mahasiswa.
  5. Waktu pengisian komentar paling lambat 20 September 2014
  6. Demikian harap diperhatikan


Aug 31, 2014

Bahan materi kuliah SPG-2 tahun 2014

Diinformasikan kepada seluruh mahasiswa Pendidikan Geografi yang mengikuti kuliah Strategi Pembelajaran Geografi 2 tahun 2014/2015, silahkan dipersilahkan mendowload materi di bawah ini. Sebagai catatan, ada materi teori yang dapat dijadikan rujukan, ada juga materi yang bersifat instruksional dan pembagian jadwal mengajar, karena untuk mata kuliah ini saudara dipersiapkan praktik mengajar dalam kelas tertentu yang sudah dibagi.
Materi 1
Materi 2
Materi 3
Materi 4
Materi 5

Dec 26, 2012

Peristiwa Bencana Selama tahun 2012

Berdasarkan catatan Kompas, peristiwa bencana alam yang terjadi di Indonesia selama tahun 2012 adalah sebagai berikut.

Oct 8, 2012

Faktor-Faktor Lingkungan yang Berpengaruh Terhadap Distribusi Tumbuhan


Pendahuluan   
Bentuk fisik tumbuhan maupun masyarakat tumbuhan berbeda-beda menurut tempat dan kedudukannya di atas permukaan bumi, seperti letak lintang, topografi, edafik, serta kedudukannya di benua. Oleh sebab itu para ahli geografi tumbuhan dalam kajiannya, lebih menitikberatkan pada hubungan tambahan tersebut dengan unsur-unsur fisikal untuk menentukan jenis, komunitas sebaran, zonasi tumbuhan di atas permukaan bumi.
Ekologi merupakan studi hubungan timbal balik antara organisme-organisme dan antar organisme itu sendiri dengan lingkungan. Faktor-faktor ekologi itu banyak dan beraneka ragam dan saling bergantungan. Faktor ekologi itu dapat berpengaruh terhadap kesuburan atau kelemahan dan keberhasilan berbagai komunitas tumbuhan melalui takson-takson penyusunnya. Keempat golongan utama faktor ekologi yang akan kita bahas adalah iklim, fisiografi, tanah dan makhluk hidup.

Faktor Iklim
Faktor-faktor iklim meliputi sifat-sifat umum iklim daerah misal yang menunjukkan fluktuasi berdaur harian, musiman atau berjangka panjang. Pada umumnya faktor-faktor yang diklasifikasikan sebagai faktor iklim mempunyai pengaruh dominan. Ada 5 faktor iklim utama yang harus kita perhatikan dalam menentukan tipe-tipe vegetasi, yaitu:
Cahaya. Cahaya merupakan suatu faktor esensial untuk fotosintesis serta cahaya juga perlu untuk beberapa proses reproduksi. Iklim cahaya pada suatu tempat bergantung pada lamanya penyinaran, agihan waktu, intensitas, dan kualitas cahaya yang diterima. Pengaruh cahaya terhadap fotosintesis sebagian besar bergantung pada intensitas yang juga mempengaruhi pertumbuhan. Di tempat terbuka, pertumbuhan memanjamng terhambat, organ-organ lateral bertambah luas, sedang dalam kondisi yang berdesak-desakan seperti dalam hutan, bentuk tumbuhan cenderung lebih memanjang dan sempit. Berbagai tingkat atau lapisan dalam hutan biasanya memiliki iklim cahaya yang berbeda-beda.
Suhu. Faktor ini memiliki arti vital, karena suhu menentukan reaksi-reaksi dan kegiatan-kegiatan kimiawi yang mencakup kehidupan. Mintakat besar vegetasi dunia seperti mintakat-mintakat menurut ketinggian, terutama bergantung pada suhu. Contohnya tumbuhan megateran, mikrotern, dan mesotern. Tumbuhan yang berbeda juga dalam beradaptasi terhadap keadaan suhu juga berbeda. Rata-rata suhu tahunan yang nyata dibawah titik beku ditemukan dibeberapa daerah kontinental. Untuk memberikan gambaran yang lengkap mengenai iklim suhu yang berpengaruh terhadap tumbuhan, pelacakan dapat diperoleh secara sinkron pada masing-masing tingkat atau lapisan vegetasi dan tanah yang dilalui oleh akar.
Presipitasi (curah hujan). Banyaknya hujan, khususnya yang jatuh di suatu daerah selama setahun merupakan suatu faktor penting karena curah hujan menentukan ketersediaan air untuk pertumbuhan dan proses-proses vital lain. Dengan semakin berkurangnya curah hujan, terdapat kecenderungan semakin lebih banyaknya tumbuhan dengan sifat-sifat untuk membantu penghambatan air, seperti tumbuhan / xerofita merupakan tumbuhan yang umumnya hidup di tempat-tempat kering.
Daya Penguapan. Ini merupakan faktor ynag penting bagi kehidupan tumbuhan. Daya penguapan ditunjukkan kira-kira oleh lembab nisbi (perbandingan uap air yang terdapat dalam atmosfer dengan yang diperlukan untuk kejenuhan pada suhu tertentu) ynag juga memperhatikan suhu, dan menentukan ”tarikan” oleh atmosfer dari masyarakat tumbuhan. Lembab Nisbi umumnya diukur dengan ”bola basah dan kering”, higrometer, pada waktu tertentu. Untuk pencatatan kontinu, pelacakan dapat dilakukan dengan higrograf automatik. Deretan alat-alat tersebut menunjukkan perbedaan nyata dalam lapisan hutan yang tingginya berbeda-beda.
Angin. Karena ada gesekan dengan permukaan tanah, batuan, sifat-sifat fisiografi utama dan massa vegetasi, maka angin cenderung meningkatkan kecepatannya dengan semakin tinggi dari permukaan tanah. Angin mempengaruhi faktor-faktor ekologi lain disuatu tempat. Secara umum yang penting bagi tumbuhan adalah cara bagaimana angin meningkatkan kehilangan air (penguapan) dengan terus-terus membawa udara yang belum jenuh dengan air sehingga bersentuhan daun-daun dan tunas-tunas muda. Angin juga dapat menyebabkan erosi tanah dan abrasi vegetasi. Dari segi fisiologi mengurangi pertumbuhan dengan mengganti udara basah dengan udara kering dan meningkatkan transpirasi dan menurunkan turhor sel-sel tumbuhan yang dipengaruhi.

Faktor Topografi
Faktor-faktor fisiografis adalah faktor-faktor yang ditimbulkan oleh susunan, konformitas, dan ”perilaku” permukaan bumi. Misalnya sifat-sifat topografi seperti ketinggian dan kemiringan, proses-proses geodinamik seperti pendangkalan dan erosi dan konsekuensinya oleh geologi setempat. Juga mencakup hembusan pasir/debu yang pada keadaan tertentu dapat mencapai ukauaran besar.
Faktor-faktor fisiografi berpengaruh terhadap vegetasi setempat melalui iklim dan edafik yang ditimbulkan. Faktor-faktor ekologi secara luas mempunyai hubungan saling ketergantungan dan faktor-faktor fisiografi nyata pengaruhnya terhadap vegetasi di daerah-daerah dengan topografi yang drastik dan iklim keras. Relief topografi yang kuat cenderung menghasilkan iklim lokal yang menyolok. Terlepas dari kecenderungan menjadi lebih berangin pada elevasi yang lebih tinggi, suhu udara tanah cenderung menjadi lebih rendah dan kelembaban nsibi lebih besar bila kita naik keatas dengan tekanan udara yang berkurang dan radiasi panas yang meningkat intensitasnya. Variasi iklim menjadi semakin ekstrem dan cepat dengan semakin bertambahnya ketinggian.
Pengaruh fisiografi, bahwa di belahan bumi utara, lereng yang menghadap ke utara cenderung lebih sesuai kondisi yang lembab daripada lereng yang menghadap keselatan pada ketinggian yang sama. Ini karena pengaruh penyinaran terhadap suhu udara dan suhu tanah dan akibatnya pada lembab nisbi dan penguapan dan melalui aspek-aspek tersebut berpengaruh terhadap keadaan air setempat, kendati curah hujan sama
Perbedaan vegetasi oleh topografi yang paling sering adalah korelasinya dengan lengas, dicirikan di tempat yang air berkurang dan konsekuensinya merupakan faktor kritis. Sehingga terdapat vegetasi yang berbeda dan flora pada kedua sisi lembah yang dalam atau gunung terjal.
Kemiringan suatu lereng menentukan sebagian besar stabilitas permukaan dan kemampuan untuk menahan air dan pengaruh aspek dan dadahan di garis lintang tinggi. Belahan bumi utara lereng yang terjal menghadap ke selatan menerima sinar matahari siang, dan lereng terjal yang menghadap ke utara menerima sinar pagi dan sore miring yang lemah. Perbedaan ini berpengaruh pada kondisi air dan suhu ditempat itu dan vegetasinya.
Kemiringan juga berpengaruh pada sifat-sifat dan banyaknya tanah yang terhimpun. Tekstur dan tipe batuan yang berbeda menghasilkan topografi yang berbeda sehingga iklim setempat yang ditimbulkan secara fisiografi. Perbedaan itu mempengaruhi kondisi air, juga arus yang dibawahnya tersumbat air dan kembali dengan demikian mempengaruhi habitat.

Faktor Edafik
Faktor-faktor edafik adalah faktor-faktor yang bergantung pada keadaan tanah, kandungan air dan udara, organisme yang hidup didalamnya. Dalam penerapan praktek pertanian, hortikultura, dan kehutanan. Perbedaan-perbedaan pada tanah sering merupakan penyebab utama terjadinya perubahan vegetasi dalam daerah iklim yang sama. Maka faktor-faktor edafik merupakan faktor-faktor yang mempunyai arti yang sangat besar bagi geografi tumbuhan.
Tanah yang tidak terganggu oleh pertanian dan faktor-faktor lain pada umumnya menjadi berlapis-lapis menunjukkan lapisan mendatar pada kedalaman yang berbeda-beda, mempunyai komposisi yang sangat berbeda dan sifat-sifatnya yang berbeda pula. Pada tanah dapat ditunjukkan adanya 3 horison yaitu:
  • Mintakat atas, merupakan mintakat terjadinya penyerapan garam-garam yang larut dan bahan-bahan yang berbutir halus.
  • Mintakat tengah yang merupakan tempat pemusatan.
  • Mintakat ketiga, dimana tidak terjadi penyerapan maupun akumulasi yang ekstensif sama sekali.
Profil-profil karakteristik yang terbentuk itu sampai suatu derajat tertentu lahir karena pengaruh iklim. Tanah yang telah matang secara kasar dapat diklasifikasikan menurut tipe iklim atau kelompok dunia, yaitu:
  • Tanah padsol, terbentuk didaerah dingin dengan curah hujan yang relatif lebih tinggi daripada penguapannya.
  • Tanah perang, pada umumnya dengan curah hujan yang lebih rendah didaerah-daerah kontinental.
  • Tanah padang rumput, dengan curah hujan yang lebih tinggi.
  • Tanah perang kastanya, ini ditempat-tempat yang lebih panas dan lebih kering.
  • Tanah laterit, dengan curah hujan yang tinggi didaerah tropika.
  • Tanah geluh merah, dengan curah hujan yang lebih rendah di daerah iklim sedang yang panas
  • Tanah tundra, didaerah kutub yang lapisan bwahnya tetap membeku dan dekomposisi organik mengalami hambatan.
Fragmen Mineral. Fragmen-fragmen mineral, berbagai ukuran yang merupakan hasil disintegrasi bahan batuan akibat pelapukan fisik atau kimiawi, bahan induknya dapat bersifat lokal atau bukan demikian juga pelapukannya. Kontinen mineral ini merupakan kerangka anorganik dan jauh berbeda-beda sesuai dengan sifat fisik dan kimiawi bahan induknya. Fragmen-fragmen ini berpengaruh terhadap tumbuhan yang dengan menyebabkan terjadinya variasi dalam air tanah dan aerasi, karena kemampuan menahan air sangat dipengaruhi komposisi mekanik (perbandingan relatif partikel-partikel mineral dengan ukuran berbeda-beda yang ada di dalam tanah.
Air Tanah. Air tanah yang mengandung zat-zat terlarut juga mempunyai air yang fundamental karena pada umumnya merupakan sumber air utama bagi tumbuhan. Air merupakan bahan esensial bagi tumbuhan karena menurut bobotnya merupakan penyusun utama tubuh tumbuhan, sebagai medium berlangsungnya perubahan-perubahan fisik dan kimiawi, dan karena air harus diserap dalam jumlah besar untuk menutup kehilangan akibat adanya transpirasi dari permukaannya yang berlangsung terus menerus. Tanah yang ekstrem kering dan dibawah arus air tanah yang permanen, air tanah terutama membentuk lapisan air disekitar partikel-pertikel penyusun tanah. Jumlah air demikian itu dan tebalnya film bergantung pada faktor-faktor seperti konstitusi mekanik tanah, lamanya curah hujan dan kecenderungan pelimpasan, pada kondisi cuaca berikutnya, pada kadar bunga tanah, pada penutupan oleh vegetasi dan seresah dan pada pengaruh penutupan terhadap kehilangan akibat terjadinya transpirasi dan evaporasi.
Udara dalam tanah. Udara dalam tanah, merupakan salah satu penyusun utama tanah yang fungsinya terutama mengisi ruang-ruang diantara partikel-pertikel tanah yang dibalut lapisan air. Udara didalam tanah cenderung mengandung oksigen dalam kadar yang lebih rendah dan kadar karbondioksida yang lebih tinggi daripada udara biasa dan biasanya jenuh dengan uap air. Karena secara normal dalam tanah diperlukan oksigen dalam jumlah besar untuk kehidupan mikroorganisme dan penghuni lain dan untuk pernapasan bagaian-bagian yang tinggi yang terdapat dalam tanah.
Bahan Organik. Bahan organik yang berasal dari tumbuhan mati atau bagian-bagian pada tumbuhan atau dari hewan atau ditumbuhkan ke dalam tanah dengan sengaja sebagai pupuk kandang, merupakan penyusun tanah yang sangat penting. Semua tanah yang ada vegetasinya mengandung bahan organik yang telah mati, biasanya sedikit banyak telah terurai menjadi bunga tanah, yang merupakan tempat utama kegiatan mikroorganisme yang menghasilkan zat-zat hara.
Organisme hidup. Organisme hidup bersama akar-akar dan bagian-bagian lain tumbuhan dibawah tanah dari tumbuhan yang hidup diatas tanah mencakup penyusun penting lain dari tanah. Organisme hidup itu meliputi flora dan fauna tanah yang bersifat mikroskopik dan kegiatan hidupnya terpusatkan pada kandungan tanah yang berupa bunga tanah dan yang sering sangat peka terhadap perubahan-perubahan kondisi lingkungannya yang terbatas. Organisme hidup itu mempunyai arti penting dalam memlihara keseimbangan ekologi dan kehidupan di bumi. Organisme itu juga menyebabkan berbagai zat hara esensial bagi tumbuhan tinggi, termasuk nitrogen dalam bentuk yang langsung dapat digunakan.

Faktor Biotik   
Faktor biotik adalah faktor-faktor yang ditimbulkan oleh makhluk hidup baik hewan maupun tumbuhan yang menurut kenyataannya berkisar dari manusia dan pemakan tumbuhan yang besar dan pohon-pohon sampai ke mikroorganisme tanah.
Faktor biotik berguna dalam menggambarkan jumlah komponen dalam suatu lingkungan dekat atau habitat yang dikenal sebagai pembentuk ekosistem yang berdiri sendiri, yang pada satu pihak tersusun atas bagian-bagian anorganik dan dilain fihak atas berbagai organisme yang hidup bersama dalam suatu unit sosiologi yang disebut biota
Suatu komunitas biota utama yang besar, yang didalamnya vegetasi klimaks kurang lebih bersifat seragam disebut bioma. Tumbuhan membentuk komunitas tumbuhan yang dapat didefinisikan sebagai seluruh populasi tumbuhan yang hidup bersama dan sebagai keseluruhan mempertahankan suatu individualitas gabungan yang tidak sama dengan jumlah total manifestasi dan pengaruh-pengaruh komponennya secara terpisah-pisah.
Tumbuh-tumbuhan penyusun suatu komunitas banyak mempunyai mempunyai pengaruh internal yang langsung terhadap tumbuhan lain yang bersifat timbal balik terhadap habitatnya. Dengan sendirinya akan muncul dalam keseluruhan pengaruh hewan langsung atau tidak langsung terhadap tumbuhan.
Terlepas dari perubahan-perubahan yang ditimbulkan oleh komponen-komponen tumbuhan yang penting dan yang kurang penting itu sendiri, berbagai macam organisme lain dapat berpengaruh terhadap suatu komunitas tumbuhan dengan cara bermacam-macam. Misalnya bakteri yang menyebabkan terjadinya perubahan kimiawi dengan segala macam cara. Tumbuhan rendah yang hidup sebagai parasit adalah sangat penting untuk tanaman budidaya yang pertumbuhannya sering memacu parasit itu atau serangga pendukungnya. Pengaruhnya terhadap vegetasi tidak begitu banyak diketahui.
Pengaruh hewan bertulang belakang lebih kecil, karena manusia menghancurkannya maka akan mengganggu keseimbangan alam. Dari hewan penyonggut yang besar seperti bison penting dalam mempertahankan lahan rumput yang berarti hutan pada umumnya cenderung untuk meningkat pada lahan rumput kalau tidak ada penggembalaan yang berat.
Pengaruh faktor biotik umumnya diatur manusia bersifat merusak seperti dalam erosi. Namun hewan masih sering membantu vegetasi dalam pemencaran biji, buah, dan spora dan seterusnya kemudian manusia membantu dalam pengairan, pembangunan penahan angin, peningkatan kesuburan tanah dan berbagai cara penggarapan tanah dan pemindahan tumbuhan yang berguna / pembentukan tumbuhan baru.
Perladangan berpindah di daerah tropika sangat merusak vegetasi, pohon-pohon serta kesuburan tanah yang terhimpun bertahun-tahun habis hanya dalam beberapa tahun saja. Kemudian erosi yang lebih merusak terjadi akibat pembukaan hutan. Langkah yang tepat mengatasi hal itu adalah pengawetan vegetasi, pengawetan lahan dan pelestarian hutan terhadap kebakaran. Pembakaran hutan yang berulang akan megubah tumbuhan yang dominan dan komunitas yang dapat mengadakan regenerasi setelah pembakaran.
Kebakaran menguntungkan jenis-jenis tumbuhan yang tahan api dengan menghilangkan pesaing-pesaingnya yang tidak begitu tahan. Pembudidayaan tanaman didasarkan pada persiapan permukaan substrat yang cocok untuk menerima biji setelah dibersihkan dari vegetasi lain, pengendalian gulma serta mempertahankan kondisi yang menguntungkan bagi tumbuhan yang dibudidayakan. Agar memuaskan secara terus menerus perlu dilakukan penggarapan tanah seperti pencangkulan dan pembajakan.     

Sep 10, 2012

Konsep Dasar Geografi Hewan dan Tumbuhan


Pendahuluan
Sebelum membahas tentang geografi hewan tumbuhan, tidak ada salahnya jika kita menguraikan secara singkat ilmu biologi. Paparan singkat tersebut penting karena kajian geografi hewan tumbuhan merupakan kajian yang mempertemukan antara ilmu geografi dengan biologi.
Biologi adalah ilmu yang mempelajari aspek fisik kehidupan. Istilah "biologi" dipinjam dari bahasa Belanda, biologie, yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, βίος, bios ("hidup") dan λόγος,logos ("lambang", "ilmu"). Istilah "ilmu hayat" dipinjam dari bahasa Arab, juga berarti "ilmu kehidupan".
Berbagai cabang biologi mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti botani (ilmu tentang tumbuhan), zoologi (ilmu tentang hewan), dan mikrobiologi (ilmu tentang jasad renik). Perbedaan-perbedaan dan pengelompokan berdasarkan ciri-ciri fisik kelompok organisme dipelajari dalam sistematika, yang di dalamnya mencakup pula taksonomi dan paleobiologi.
Berbagai aspek kehidupan dikaji pula dalam biologi. Ciri-ciri fisik bagian tubuh dipelajari dalam anatomi dan morfologi, sementara fungsinya dipelajari dalam fisiologi. Perilaku hewan dipelajari dalam etologi. Perkembangan ciri fisik makhluk hidup dalam kurun waktu panjang dipelajari dalam evolusi, sedangkan pertumbuhan dan perkembangan dalam siklus kehidupan dipelajari dalam biologi perkembangan. Interaksi antar sesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi. Mekanisme pewarisan sifat yang berguna dalam upaya menjaga kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup dipelajari dalam genetika.
Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan. Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
Biologi yang dikaitkan dengan geografi memunculkan biogeografi, yaitu ilmu yang mempelajari penyebaran makhluk hidup di atas permukaan bumi serta hubungan-hubungannya dengan ruang dan waktu. Biogeografi ini terbagi atas tiga disiplin ilmu yaitu geografi manusia (human geography), geografi hewan (zoogeography) dan geografi tumbuhan (plant geography = Phythogeography).
           
Geografi Tumbuhan
Geografi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari fenomena-fenomena tumbuhan dalam hal persamaan maupun perbedaan dalam kaitannya dengan kelingkungan, kewilayahan dalam konteks keruangan. Demikian juga dengan geografi hewan adalah sebagai ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena dunia hewan yang berkaitan dengan aspek kelingkungan maupun kewilayahan dalam konteks keruangan.
Fenomena dunia tumbuhan maupun hewan itu dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tanah (lahan), iklim, topografi dan tidak ketinggalan faktor manusia, dengan segala subvariabel dari masing-masing faktor tersebut.
Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang menetap, memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa dengan sumber bahan makanan dari gas dan zat cair, melalui bantuan klorofil oleh cahaya. Tumbuhan dipermukaan bumi sebagai objek kajian bagi ahli geografi tumbuhan. Bentuk fisik maupun sifat masyarakat tumbuhan tersebut berbeda-beda menurut besaran lintang, topografi, maupun kedudukannya pada benua. Oleh sebab itu para ahli geografi tumbuhan lebih memusatkan perhatiannya terhadap hubungan tumbuhan dengan tanah, topografi dan iklim untuk mengkaji persebaran, jenis beserta agihan.
Objek kajian geografi tumbuhan adalah tumbuhan yang sifatnya natural dan bukan tumbuhan yang sudah mendapatkan perlakuan khusus atau rekayasa oleh manusia.
Pendekatan yang digunakan dalam kajian dunia tumbuhan adalah bukan saja dari segi floristik saja yaitu pendekatan yang hanya berkaitan dengan tumbuhan itu saja, tetapi yang lebih penting adalah pendekatan dari segi struktur yaitu, bagaimana dari tumbuhan yang hidup itu terbentuk, tumbuh, berkembang dan tersebar. Secara umum penggolongan tumbuhan yang tersebar di permukaan bumi lebih didasarkan pada pendekatan struktur. Sebab pendekatan tersebut sesuai dengan tujuan geografi tumbuhan yaitu mengetahui persamaan dan perbedaan fenomena-fenomena dunia tumbuhan berdasarkan faktor kelingkungan maupun kewilayahan dalam konteks keruangan.
Selanjutnya geografi tumbuhan juga menitikberatkan kajiannya pada bioklimatologis daripada aspek evolusi maupun penyusunan tumbuhan pada masa geologi.
Dengan demikian kajian geografi tumbuhan lebih diutamakan kepada reaksi-reaksi tumbuhan terhadap unsur-unsur fisikal lingkungan seperti cahaya, panas, kelembaban, jenis tanah terhadap jenis dan persebaran tumbuhan maupun sifat-sifatnya. Disamping itu kajian tumbuhan dengan lingkungannya juga mempertimbangkan segala organisme hidup pada suatu tempat tertentu pada masa tertentu dari suatu lingkungan tertentu pula. Kajian itu disebut ekosistem yaitu ekologi tumbuhan.
Penentuan kedudukan unit-unit tumbuhan dipermukaan bumi pertama-tama harus mempelajari keseluruhan sistem biosfera yang menyangkut zona-zona kehidupan Biosfera dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan berdasarkan lingkungannya atau biosiklusnya yaitu:
a.         biosiklus lautan
b.        biosiklus air tawar
c.         biosiklus daratan
Geografi tumbuhan lebih menitikberatkan kajiannya pada biosiklus daratan. Biosiklus tumbuhan daratan dapat dikelompokkan secara garis besar pada empat biokor utama yaitu:
a.         biokor lautan
b.        biokor savana
c.         biokor padang rumput
d.        biokor gurun
Tumbuhan sangat dipengaruhi oleh fenomena geosfer. Suatu lingkungan (geografi) atau kawasan sempit tempat tumbuhnya, suatu tumbuhan tertentu disebut habitat misalnya habitat dataran tinggi, dataran rendah tebing dan lain-lain. Dalam lingkungan suatu habitat terdapat suatu unit ekosistem yang lebih kecil yang dihuni oleh masyarakat tumbuhan. Tumbuhan dapat juga dikelompokkan menurut strukturnya atau sifat-sifat fisiknya yang tampak dari luar, yaitu:
-       Bentuk hidup (life form)
-       Ukuran dan stratifikasinya
-       Cakupan dalam arti luasnya daerah yang ditumbuhi (jarang, berpencar, tandus, dan lain-lain)
-       Fungsi
-       Bentuk dan ukuran daun
-       Tekstur daun
Disamping itu tumbuhan juga dapat dikelompokkan berdasarkan toleransi terhadap suhu, kemudian air maupun tempat tumbuh atau habitat. Berdasarkan toleransi terhadap suhu maka tumbuhan dapat digolongkan menjadi:
a.    Tumbuhan daerah panas (megaterma)
b.    Tumbuhan daerah sejuk (mesoterma)
c.    Tumbuhan daerah dingin (mikroterma)
Berdasarkan ketersediaan air, maka tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi
a.    Tumbuhan daerah basah (hidrofit)
b.    Tumbuhan daerah dengan air yang cukup (mesofit)
c.    Tumbuhan daerah kering (xerofit)
Berdasarkan habitat utama, maka tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi:
a.    Tumbuhan dengan habitat terestrial (daratan)
b.    Tumbuhan dengan habitat udara
c.    Tumbuhan dengan habitat air (aquatik)
d.   Tumbuhan dengan habitat mikro.
Urgensi mempelajari geografi tumbuhan antara lain:
1.    Tumbuhan sebagai penyediaan bahan dasar dan mentah bagi manusia dan hewan (bianatang)
2.    Memelihara kondisi yang baik terhadap lingkungan.
3.    Bahwa agihan atau persebaran tumbuhan berpengaruh terhadap persebaran dan migarasi manusia dan hewan.
Objek utama kajian geografi tumbuhan adalah keseluruhan flora dan vegetasi yang menutupi permukaan bumi, namun tumbuhan yang terutama dipelajari adalah tumbuhan yang sempurna atau ideal yaitu tumbuhan berbiji, dimana tumbuhan tersebut mempunyai akar, batang, daun, bunga dan biji.
Tumbuhan sebenarnya dapat dikelompokkan berdasarkan kesempurnaannya yaitu mulai dari yang paling sederhana sampai ke yang ideal yaitu bakteri, ganggang, lumut, paku, dan tumbuhan biji. Beberapa istilah yang berkaitan dengan geografi tumbuhan dan hewan yang perlu diketahui, yaitu:

Vegetasi, adalah keseluruhan tumbuhan yang terdapat dipermukaan bumi atau disuatu tempat (tumbuhan penutup permukaan bumi). Misalnya: vegetasi rawa, adalah komunitas tumbuhan dalam setiap ekosistem yang merupakan penutup dari tempat ekosistem tersebut dan lain-lain.
Flora, adalah semua jenis tumbuhan yang merupakan kekayaan alam suatu tempat atau inventaris kekayaan tumbuhan suatu tempat (misalnya: flora fauna Nusa Tenggara, dan lain-lain)
Hewan, adalah keseluruhan hewan atau binatang yang tersebar dipermukaan bumi
Fauna, adalah kekayaan jenis hewan disuatu tempat tertentu misalnya fauna Asiatis dan lain-lain
Ekosistem, adalah sebagai suatu rangkaian atau rantai kehidupan yang saling pengaruh-mempengaruhi dalam membentuk suatu komunitas kehidupan pada suatu lingkungan tertentu (misalnya ekosistem padang rumput, ekosistem rawa dan lain-lain)
Lingkungan, adalah suatu aspek keruangan (tempat) yang meliputi faktor iklim, tanah (lahan), topografi, yang menentukan kondisi dan situasi tempat hidup makhluk.
Habitat, adalah tempat hidup suatu tumbuhan atau hewan tertentu.
Nits (Nidus), adalah lingkungan kecil (sempit) atau microenvironment yang khusus, bagi suatu makhluk yang berbeda dengan makhluk lain.
Biotop, adalah komunitas tumbuhan pada suatu habitat dengan unit topografi primer.
Biokor, adalah kumpulan biotop-biotop yang mempunyai sifat-sifat serupa digabung menjadi satu unit yang lebih besar.
Suksesi, adalah proses perubahan komunitas tumbuhan yang berlangsung menuju ke satu arah secara teratur (bersifat kontinu), yang akhirnya sampai pada suatu komunitas tertinggi yang dapat didukung oleh daerah itu. Hasil akhir dari perubahan komunitas tumbuhan tersebut disebut ”klimaks”.

 Geografi Hewan
Geografi hewan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari fenomena-fenomena dunia hewan dalam hubungannya dengan kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.
Geografi hewan atau zoogeography, berasal dari zoology (ilmu hewan) dan geografi. Zoology merupakan cabang ilmu hayat (biologi) yang mempelajari kehidupan hewan (binatang). Sedang Geografi adalah ilmu yang mempelajari perbedaan maupun persamaan geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan. Dengan demikian zoogeography atau geografi hewan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari fenomena-fenomena dunia hewan dengan kondisi dan keadaannya di permukaan bumi dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan seperti batas-batas distribusi, zonasi, radial distribusi, kawasan distribusi dan lain-lain.
Dalam suatu lingkungan ataupun wilayah tertentu selalu terjadi interaksi dan antar aksi populasi suatu spesies dengan spesies lainnya. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian terjadilah suatu kehidupan komunitas atau kelompok suatu bentuk bentuk kehidupan. Di dalam komunitas tersebut selalu terdapat komponen-komponen flora, fauna, dan mikroorganisme maupun manusia.
Suatu makhluk hidup, tidak hanya tergantung pada makhluk hidup yang lain, namun juga tergantung pada makhluk yang tidak hidup (lingkungan fisik). Komunitas atau kelompok suatu bentuk kehidupan bersama dengan lingkungan fisiknya sebagai wadah atau tempat kehidupannya, selalu menciptakan suatu bentuk ekosistem.
Dalam perkembangan suatu komunitas biasanya terdapat suatu proses siklus perkembangan, maupun mutasi dan modifikasi, sebab adanya variasi-variasi atau intervensi-intervensi lingkungan yang memberi seleksi alamiah. Seleksi tersebut dapat berupa rintangan, halangan saingan (competition), dominasi, pergerakan (penyebaran) atau migrasi dan seterusnya.
Mempelajari geografi hewan dan tumbuhan tidak terlepas dari seorang ahli yang bernama Alfred Russel Wallacea (1823 – 1913) yang mempelopori penelitian secara modern tentang geografi hewan. Dia menggambarkan suatu garis khayal yang merupakan pembatas dari penyebaran tempat hidup hewan atas enam wilayah (kawasan) seperti:
a.    Neartik
b.    Neotropikal
c.    Paleartic
d.    Ethiopian
e.    Oriental (Asiatik)
f.    Australic
Khusus di wilayah Indonesia Wallacea membagi menjadi tiga berdasarkan ciri tumbuhan dan hewannya maupun ciri-ciri geologi struktur yaitu wilayah Indonesia Barat, yang berciri Asiatik, Wilayah Peralihan dan Wilayah Indonesia Timur yang bersifat Australik.
Lingkungan makhluk hidup ada dua jenis yaitu lingkungan biotik dan lingkungan fisik. Semua makhluk hidup dituntut untuk dapat menyesuaikan kedua lingkungan tersebut. Untuk dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan tersebut yaitu fisikal adaptation dan social adaptation. Adapun jenis-jenis lingkungan abiotik antara lain: tanah, udara, air, temperatur dan sinar matahari.
Habitat hewan dapat digolongkan menjadi habitat darat, laut, air tawar dan udara. Habitat darat dapat digolongkan menjadi: habitat padang rumput (steppa), habitat hutan tropis basah, habitat hutan musim, habitat hutan homogen dan habitat tundra.
Para ahli geografi hewan berpendapat bahwa mempelajari penyebaran (distribusi) hewan adalah dengan metode pendekatan asumsi, bahwa kecuali untuk faktor-faktor tertentu, sebenarnya tiap spesies hewan itu seharusnya berada di mana-mana. Namun oleh karena faktor-faktor tertentu, maka keberadaan hewan di suatu daerah tidak dimungkinkan. Faktor tersebut antara lain tidak adanya adaptabilitas.
Penyebaran atau dispersi suatu spesies hewan dipengaruhi tekanan populasi dan perubahan habitat. Sedang sarana untuk dispersi, dapat melalui udara, air, lahan dan pengangkutan baik disenagaja maupun tidak disengaja. Hambatan-hambatan dispersi antara lain: hambatan iklim, hambatan geografis, hambatan edafis dan hambatan biologis.
Pada umumnya, terdapat korelasi tertentu antara daerah geografis dengan ciri-ciri hewan, misalnya daerah dingin hewan ampibi umumnya lebih kecil dibandingkan dengan hewan sejenis di daerah panas. Hewan-hewan padang pasir yang kering dan panas berwarna lebih muda dibanding hewan didaerah lembab (berwarna lebih gelap).
Dalam sejarah perkembangan dunia hewan yang terjadi secara evolusi, disebabkan oleh adanya variasi genetika dan seleksi alam. Peristiwa itu timbul karena adanya proses mutasi gen (sifat pembawa keturunan) serta adanya proses rekombinasi gen-gen dalam keturunan selanjutnya yang disebut proses modifikasi. Mutasi adalah perubahan sifat-sifat individu yang menyimpang dari sifat-sifat normal induknya, karena gen pembawa sifat mengalami perubahan yang bersifat menurun.
Modifikasi adalah perubahan sifat-sifat individu yang menyimpang dari normal. Perubahan itu akibat dari perubahan umur dari dalam gen itu sendiri (misalnya karena perkawinan silang. Perubahan sifat akibat proses modifikasi tersebut hanya bersifat sementara atau tidak bersifat menurun. Perkembangan makhluk hidup berdasarkan teori evolusi dapat dikelompokkan menjadi beberapa golongan antara lain:
a.    Evolusi terjadi karena faktor letak geografis.
b.    Evolusi karena faktor lingkungan dan genetika
c.    Evolusi karena faktor adaptasi dan seleksi
d.    Evolusi karena faktor seleksi buatan.
Dalam perkembangan makhluk hidup di muka bumi, banyak dipengaruhi oleh kegiatan manusia. Hal ini disebabkan oleh pertambahan populasi manusia yang begitu cepat mengakibatkan sistem ekologi makhluk hidup (manusia, hewan dan tumbuhan) dipermukaan bumi menjadi terganggu oleh sebab itu alam perlu dilindungi dan diawetkan (dikonservasi), agar tidak terjadi kemusnahan dari spesies-spesies makhluk hidup.
Pengawetan alam juga mempunyai nilai ekonomi. Perlindungan alam dibagi dua kategori, yaitu: perlindungan alam umum dan perlindungan alam dengan tujuan tertentu. Perlindungan alam umum merupakan satu kesatuan yaitu flora, fauna dan tanahnya. Sedangkan perlindungan dengan tujuan tertentu melindungi satu atau beberapa unsur dari alam di daerah tertentu. Perlindungan alam umum dibagi menjadi:
a.    perlindungan alam ketat
b.    perlindungan alam terbimbing
c.    national park
Perlindungan alam dengan tujuan tertentu dibagi menjadi: perlindungan geologi, perlindungan alam botani, perlindungan alam zoologi, perlindungan antropologi, perlindungan pemandangan alam, perlindungan hutan, perlindungan margasatwa dan perlindungan ikan.   


Catatan: Berdasarkan paparan tersebut, apa yang saudara pahami tentang geografi hewan dan tumbuhan?, dan manfaat apa yang bisa kita dapatkan setelah mempelajari tentang geografi hewan dan tumbuhan. Kerjakan pada buku saudara masing-masing, akan kita bahas pada pertemuan tanggal 18 September 2012.




 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design