May 22, 2016

Perlunya kecerdasan Geografi

Fenomena apa yang kita temukan di jalan raya ketika hujan berlangsung? beberapa waktu yang lala di media digital ditayangkan gambar para pengendara motor berteduh di bawah jembatan. Jumlahnya bukan hanya satu, tapi puluhan, itu yang menjadi salah satu pemicu kemacetan disepanjang jalan karena sebagian badan jalan dipenuhi pengendara motor yang berteduh. Mengapa mereka harus berteduh di bawah jembatan? ya tentu saja karena mereka tidak membawa mantel atau jas hujan.
Hal yang sama kita temukan, di mana para pejalan kaki berebut tempat berteduh menghindari hujan karena mereka tidak membawa payung. Pun juga kita menemukan kantor, sekolah pada pagi hari banyak yang datang terlambat karena alasan hujan. Bicara tentang hujan, saya jadi ingat cerita dosen saya. Beliau cerita ketika studi di Amerika. Saat pagi itu cuaca sangat cerah, tapi media setempat sudah memberi informasi bahwa cuaca akan berubah. Bagi masyarakat sana, informasi cuaca sangat penting, sehingga mereka lebih mempersiapkan diri, tapi rupaya hal itu tidak berlaku bagi dosen saya, maka dosen saya nekad berangkat tanpa memepersiapkan seperti yang dilakukan orang-orang.
Benar saja, belum lama brangkat cuaca sudah berubah, orang-orangpun segera mengenakan pakaian tebal karena cuaca menjadi sangat dingin, tentu saja dosen saya kedianginan karena tidak membawa pakaian seperti yang direkomendasikan media penyedia informasi cuaca. Begitulah, kita orang Indonesia megitu tidak peduli dengan siaran cuaca.
Fenomena di jalanan, dihalaman rumah, dan keterlambatan orang masuk kerja dan masuk sekolah di tempat kita adalah hal lumrah, maka keterlamatan pada saat hujan adalah sesuatu yang wajar dan diterima alasannya. Padahal kita sudah tahu, hujan tidak akan berhenti hanya dengan menunggu di bawah jembatan. Maka kita patut bertanya, apakah di dalam tas kita tersedia payung saat musim hujan? apakah di jog motor kita sudah tersedia jas hujan? sudahkah kita membekali anak-anak kita yang berangkat sekolah dengan payung atau jas hujan?
Pertanyaan itu remeh sekali, bahkan aneh. Saya kuliah di bandung, dan dibandung sering terjadi hujan yang tidak menentu, ketia di dalam tas saya ada tas, banyak mahasiswa sana yang tersenyum, mungkin menganggap saya lebai. Aneh memang, mereka tidak menyediakan payung di dalam tas, padahal mereka tahun hujan akan datang sewaktu-waktu. Begitulah, kecerdasan geografi belum menjadi hal yang melekat. Sama dengan kebiasaan buang sampah pada tempatnya, juga masih sesuatu yang aneh bagi kebanyakan masyarakat kita. Padahal semua tahu, kebiasaan buang sampah sembarangan akan menyebabkan banjir, munculnya penyakit, dan dampak burung yang lain. Itulah....

2 komentar:

Sudono Salim Raharjo said...

Hal yang sederhana dan mendasar tetapi amatlah penting. Bahwa yang perlu dipertimbangkan adalah dampak serta resiko yang akan dialami, terutama soal waktu dan kedisiplinan. Terimakasih pak sudah mengingatkan :)

Sri Murtini said...

artikelnya menarik, terimakasih atas informasinya semoga bermanfaat untuk para pembaca, thanks for sharing , nice post

ST3 Telkom

Post a Comment

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design