Apr 10, 2012

Konsep Dasar Geografi Sosial

Beberapa Definisi Geografi Sosial

  1. Watson (1957). Suatu identifikasi daerah (region) yang berdasarkan himpunan gejala sosial hubungannya dengan lingkungan secara keseluruhan
  2. Phal (1965). Studi tentang pola dan proses sosial penduduk dalam ruang tertentu
  3. Buttimer (1968). Studi pola keruangan dan hubungan fungsional kelompok masyarakat dalam konteks lingkungan sosial mereka, struktur internal n eksternal dari kegiatan penduduk beserta berbagai jalur komunikasinya
  4. Eyless (1974). Geografi sosial sebagai analisis pola dan proses sosial yang timbul dari persebaran dan keterjangkauan sumber daya yang langka. Eyles berorientasi pada masalah, atau dengan kata lain, geografi sosial harus menangani hasil keruangan sosial (sosio spatial) dari kelangkaan dan persebaran tak wajar daripada sumber daya yang dapat dimanfaatkan (barang, pelayanan dan fasilitas di masyarakat). 
  5. Jones (1975). Ilmu yang bertugas mengetahui pola-pola yang timbul dari kelompok masyarakat yang memanfaatkan ruang, dan mengetahui proses pembetukan dan proses perubahan pola-pola tersebut
  6. Bintarto (1968). Ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara penduduk dengan keadaan alam serta aktifitas dan usaha menyesuaikan keadaan alam demi kemakmuran dan kesejahteraan
  7. Nursid Sumaadmadja (1981). Cabang geografi manusia yang bidang studinya aspek keruangan yang karakteristik dari penduduk, organisasi sosial, dan unsur kebudayaan serta kemasyarakatan.

Tema dalam Geografi Sosial
  1. Berkaitan dengan ruang. Dalam hal ini, kita ingin tahu pentingnya kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda pada suatu ruang (wilayah) dan juga aktivitas yang dilakukan dalam lingkungan mereka.
  2. Fungsi ahli ilmu sosial adalah meneliti keteraturan (orde) dalam studi mereka, misalnya untuk menciptakan pola. Langkah utama penelitian yaitu memilih dan mengangkat informasi yang dapat digunakan untuk mengetahui munculnya suatu pola.
  3. Fungsi penjelasan geografi sosial yaitu mencoba menjelaskan pola yang telah begitu mapan, misalnya dengan mengkaji proses yang terjadi yang menghasilkan pola tertentu.
  4. Pendekatan berorientasi pada masalah sangat diperlukan. Masalah sosial dan konsentrasi wilayah urbanisasi marginal, misalnya harus diidentifikasi. Perspektif ini menuntut bahwa usaha-usaha untuk memperbaiki masalah harus dusahakan. Implikasi pendekatan ini yaitu, bahwa kita harus memperhatikan perencanaan sosial. Karena dalam masyarakat yang kompleks kesejahteraan bersama dan kesejahteraan anggota yang terlemah dapat diperbaiki dan ditingkatkan hanya dengan tindakan masyarakat yang bersangkutan.

Konsep Geografi Sosial
Ada tiga konsep geografi sosial, yaitu ruang, proses, dan pola
Ruang
Seluruh permukaan bumi yang merupakan lapisan biosfer, tempat hidup bagi mahluk hidup baik manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan maupun organisme lainnya. Unsur-unsurnya adalah a) jarak/panjang, b) lebar dan tinggi. Ruang dalam Geografi Sosial memiliki dimensi a) sebagai tempat atau wadah dari benda-benda atau perilaku, b) tempat yang dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan, dan c) sesuatu yang dapat diatur dan dimanfaatkan oleh dan untuk manusia.
Secara geografis, ruang adalah seluruh permukaan bumi yang merupakan lapisan biosfer, tempat hidup bagi mahluk hidup baik manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan maupun organism lainnya. Menurut Prestone James, ruang bumi dibagi secara tak terbatas kedalam bagian-bagian dalam berbagai ukuran, misalnya daerah, wilayah/region. Dalam geografi sosial, ruang mempunyai makna yang mendalam, yaitu:
  • Sebagai tempat atau wadah dari benda-benda atau perilaku.
  • Sebagai tempat yang dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan usaha.
  • Sesuatu yang dapat diatur dan dimanfaatkan oleh dan untuk manusia
Proses
Tindakan manusia dalam beradaptasi dan memanfaatkan lingkungan, kaitannya dengan relasi, interelasi dan interaksi. Proses bisa secara makro maupun mikro. Proses sosial yang bersifat mikro yaitu menekankan pada kegiatan individu dan kelompok masyarakat, contohnya kepindahan rumah seseorang dari satu tempat ke tempat lain. Sedangkan proses makro yaitu proses yang menekankan pada masyarakat secara umum, contohnya terjadinya migrasi, transmigrasi, urbanisasi, gelombang pengungsi, dan sebagainya.
Pola
Proses yang terjadi berulang-ulang, dalam hal ini adalah pola kehidupan dan penghidupan atau pola spasial yang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya yang mencerminkan berbedaan sifat daerah dan penduduknya sehingga akan terwujud bentang sosial yang berbeda. Bentang sosial adalah sekelompok penduduk atau beberapa kelompok penduduk yang hidup dalam suatu wilayah atau tempat tertentu dan mempunyai gagasan yang sama terhadap lingkungannya.
Dalam wilayah yang lebih luas, dengan ondisi geografi yang berbeda-beda, terjadilah bermacam-macam kegiatan baik sosial ekonomi maupun sosial cultural, sehingga terbentuklah struktur kegiatan atau pekerjaan. Struktur pekerjaan ini mencerminkan nilai-nilai sosial. Sebaliknya nilai-nilai sosial atau kelompok pekerjaan dapat merupakan kekuatan atau menjadi unsur peubah yang dapat menimbulkan diferensiasi bentang di darat. Dengan demikian akan timbul bentang budaya atau cultural landscape seperti pemukiman, persawahan, perkebunan, perindustrian, dan sebagainya, yang semua ini mencerminkan tingkat kemajuan (development stage) dari penduduk.

Sifat atau Ciri Geografi Sosial
Geografi sosial erat kaitannya dengan geografi manusia yang diajarkan di mazhab Perancis pada awal abad 20. Paul Vidal De Lablace menekankan pentingnya hubungan manusia-alam. Menurut Paul Vidal De Lablace dan pengikutnya:
Kepribadian daerah itu merupakan hasil cara masyarakat mengeksploitasi sumber daya alam
Bagaimana masyarakat bereaksi terhadap habitatnya
Bagaimana manusia mengorganisasi dirinya sendiri

Unsur-unsur Geografi Sosial
  1. Manusia, yaitu sekelompok manusia yang bergantung satu sama lain dan yang telah memperkembangkan pola organisasi yang memungkinkan mereka hidup bersama dan dapat mempertahankan diri sebagai kelompokyang terdiri dari masyarakat dan komunitas
  2. Lingkungan alam, terdiri dari topografi, tanah, tumbuhan, keadaan geologis, dan fenomena alam lainnya.
  3. Relasi, Interelasi, dan Interaksi antara manusia dan Alam

0 komentar:

Post a Comment

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design