Jan 24, 2012

MENINGKATKAN RESPONS SISWA KELAS VIII-D SMP NEGERI 15 PURWOREJO TERHADAP MATA PELAJARAN IPS PADA JAM TERAHIR MELALUI PRAMEK (Pembelajaran Rekreatif,

Muh. Sholeh dan Kusnan Kadari
Fakultas Ilmu Sosial Unnes dan SMP Negeri 15 Purworejo

Abstract
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan respons siswa terhadap pelajaran IPS pada jam terahir yang ditandai dengan siswa mendengarkan penjelasan guru, berani menjawab pertanyaan, aktif mengerjakan tugas, berani bertanya, dan berani menyampaikan pendapat. Langkah yang ditempuh adalah perencanaan tindakan dan pelaksanaan. Perencanaan dilaksanakan dengan mengidentifikasi berbagai permasalahan yang muncul dalam setiap proses pembelajaranr, sedangkan tindakan yang dilakukan adalah melaksanakan pembelajaran rekreatif, aktif, menantang, efektif, dan kontektual (PRAMEK). Pelaksanaan PRAMEK untuk meningkatkan respon siswa tidak berjalan dengan mudah. Penyebabnya adalah guru masih kesulitan menerjemahkan PRAMEK dalam pembelajaran di kelas, belum sepenuhnya ihlas melakukan perubahan pembelajaran, masih beranggapan kelas tersebut memang berbeda dengan kelas lain, dan masih berusaha mencari formula yang lebih pas dalam melaksanakan pembelajaran. Belajar dari pengalaman sebelumnya guru semakin menguasai PRAMEK. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru semakin nyaman melaksanakan pembelajaran, sehingga respon siswa mengalami peningkatan sesuai dengan tujuan penelitian.

Keywords: Respon siswa, PRAMEK

PENDAHULUAN
Pembelajaran yang baik mampu mendorong siswa belajar dengan baik. Pembelajaran yang baik salah satunya dicirikan oleh tingginya respon siswa terhadap materi pelajaran. Siswa berani mengajukan pertanyaan kepada guru jika ada penjelasan guru yang masih belum bisa diterima, berani menjawab pertanyaan dari guru, mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu, dan berani mengemukakan pendapat secara lisan.
Dalam kenyataanya respons siswa di kelas VIII-D SMP Negeri 15 Purworejo terhadap mata pelajaran IPS masih rendah. Situasi tersebut terjadi pada saat jam pelajaran terahir. Rendahnya renspon siswa kelas VIII-D terhadap mata pelajaran IPS pada jam tersebut ditandai dengan a) hanya 20 siswa dari 36 (60%) yang memperhatikan penjelasan guru, b) hanya ada 1 atau 2 siswa dari 36 siswa yang berani bertanya tentang materi pelajaran yang disampaikan guru, c) hanya 3 sampai 4 siswa dari 36 siswa berani menjawab pertanyaan guru, d) hanya 12 siswa dari 36 siswa mengerjakan tugas tepat waktu, dan e) tidak ada siswa yang berani berani mengemukakan pendapat secara lisan.
Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selama ini pembelajaran pada jam terakhir dilaksanakan dengan cara a) penyampaian materi hanya dengan metoda ceramah yang diberi selingan tanya jawab, baik di awal, tengah-tengah, maupun di akhir pembelajaran, b) pemberian tugas pada siswa tidak di awasi dan hasilnya tidak di nilai oleh guru, c) pengawasan pada siswa saat kegiatan pembelajaran kurang, d) tidak mendorong siswa untuk aktif bertanya. Tampaknya model pembelajaran seperti ini tidak mendorong siswa merespons pelajaran dengan baik.
Guru dituntut untuk itu guru mampu a) mengubah penyampaian materi agar lebih menarik, b) memperbaiki pertanyaan guru yang terlalu sulit, c) mengatasi keterbatasan buku-buku dan sumber belajar, dan e) melakukan pendekatan kepada siswa. Pembelajaran tersebut mengandung unsur rekreatif, aktif, menantang, efektif, dan kontekstual atau dapat diberi istilah PRAMEK (Pembelajaran Rekreatif, Aktif, Menantang, Efektif, dan Kontekstual). Pembelajaran Rekreatif adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan kesenangan.
Pembelajaran PRAMEK memiliki potensi a) mendorong siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran, b) mendorong siswa dapat lebih tertarik pada materi yang diajarkan, c) siswa lebih merasa dihargai hasil pekerjaannya, d) siswa lebih berani untuk bertanya tentang materi yang disampaikan, e) suasana kelas tetap menarik dan menyenangkan.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan PTK dengan judul “Meningkatkan Respons Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 15 Purworejo Terhadap Mata Pelajaran IPS Pada Jam Terahir Melalui PRAMEK (Pembelajaran Rekreatif, Aktif, Menantang, Efektif, dan Kontekstual).

METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas untuk meningkatkan respons siswa terhadap pelajaran IPS pada jam terahir. Respons tersebut ditandai dengan a) siswa mendengarkan penjelasan guru, b) berani menjawab pertanyaan, c) aktif mengerjakan tugas, d) berani bertanya, dan e) berani menyampaikan pendapat. Berdasarkan tujuan tersebut maka pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan yang dibangun dari cara berpikir induktif, yaitu cara berpikir dari hal-hal yang bersifat nyata (khusus) kemudian ditarik kearah yang lebih abstrak atau umum. Penelitian ini mencoba meningkatkan respons siswa pada mata pelajaran IPS pada jam terahir pada kelas VIII-D SMP Negeri 15 Purworejo. PTK dilaksanakan di kelas ini karena pembelajaran mata pelajaran IPS di kelas ini dilaksanakan pada jam terahir, dan respons siswa dalam menerima materi pelajaran sangat rendah.
Dalam penelitian ini langkah-langkah yang ditempuh adalah perencanaan tindakan dan pelaksanaan. Langkah perencanaan dilaksanakan dengan mengidentifikasi berbagai permasalahan yang muncul dalam setiap proses pembelajaran, yaitu rendahnya respon siswa terhadap mata pelajaran IPS pada jam terahir. Rencana tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melaksanakan pembelajaran rekreatif, aktif, menantang, efektif, dan kontektual (PRAMEK). Adapun pelaksanaan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 siklus. Masing-masing siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
1. Deskripsi Tindakan dan Hasil Siklus 1
Tindakan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru yang mencerminkan pembelajaran rekreatif masih belum terlihat. Itu terjadi pada pertemuan 1, 2, dan 3. Hal itu juga terjadi pada indikator aktif, menantang, efektif, dan kontekstual. Baru pada pertemuan ke-4, pembelajaran rekreatif, efektif, dan kontekstual sudah muncul. Pada indikator aktif, menantang, dan efektif belum juga tercapai.
Wujud pembelajaran rekreatif yang dilaksanakan guru diantaranya guru membagikan lembar kerja (LK) kepada siswa yang berisi naskah drama yang akan dipentaskan oleh siswa, dan guru memberi aba-aba atau perintah pada siswa untuk beryel-yel dan menunjuk salah satu anggota kelompok untuk maju mengambil lintingan yang dibuat guru.
Tindakan guru yang mencerminkan pembelajaran aktif diantaranya guru memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya pada materi yang belum jelas, dan guru memberi kesempatan pada siswa menjalankan tugas sesuai peran masing-masing.
Pembelajaran menantang diwujudkan dalam bentuk guru memberi perintah pada siswa untuk membuat kelompok secara bebas, guru menulis di papan tulis membuat setting kelas sambil berkata “silahkan tempat duduk diatur seperti pada gambar dengan hitungan 1 sampai 5 (5 menit), dan guru mengingatkan pada siswa untuk bersungguh-sungguh dalam memainkan peran tokoh sesuai karakter tokohnya dalam upacara proklamasi.
Pembelajaran efektif tercermin pada tindakan guru membatasi waktu untuk pembagian kelompok dan setting kelas, dan guru memberi instruksi pada siswa dengan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh siswa.
Tindakan yang menunjukkan pembelajaran kontekstual adalah guru memberi contoh peran atau kata-kata seorang tokoh yang akan diperankan oleh siswa, dan guru memberi pengarahan pada siswa untuk memerankan situasi sidang BPUKI, dan guru memberi pertanyaan kepada siswa.
Berdasarkan penilaian yang dilakukan dengan menggunakan skala penilaian pada tindakan guru diperoleh data sebagaimana pada tabel 01.
Tabel: 01
Tren Tindakan PRAMEK
Siklus 1


Indikator Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 Pertemuan 4
Rekreatif (target 70%) 19 (48%) 24 (60%) 24 (60%) 30 (75%)
Aktif (Target 70%) 13 (33%) 21 (53%) 23 (58%) 24 (60%)
Menantang (Target 70%) 5 (13%) 13 (33%) 16 (40%) 18 (45%)
Efektif (Target 70%) 24 (48%) 26 (52%) 32 (64%) 36 (72%)
Kontekstual (Target 70%) 14 (35%) 18 (45%) (23 (58%) 29 (73%)

Sumber: Hasil penilaian

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui perkembangan ketercapaian hasil tindakan. Secara umum tiap tindakan mengalami peningkatan. Indikator rekreatif meningkat dari tindakan 1 ke 2, stabil pada tindakan ke-3, dan meningkat lagi pada tindakan 4. Indikator aktif dari tindakan 1 sampai tindakan ke-4. Indikator menantang juga terus mengalami peningkatan, dari tindakan ke-1 sampai ke-4. Indikator efektif dan kontekstual mengalami peningkatan dari tindakan 1, 2, 3, dan 4.
Pada siklus 1 ini aktivitas siswa yang muncul juga masih belum memenuhi harapan yang diinginkan. Ketika guru mengajukan pertanyaan, tidak ada satu siswapun yang berani menjawab atas inisiatif sendiri. Siswa hanya berani menjawab bersama-sama. Itu terjadi pada pertemuan 1, 2, dan pertemuan ke-3. Selama proses pembelajaran berlangsung, tidak ada siswa yang berani bertanya tentang materi pelajaran yang disampaikan guru. Itu terjadi diseluruh pertemuan. Siswa yang berani mengemukakan pendapat juga tidak ada sama sekali. Ini terjadi pada pertemuan 1 dan 2. Di awal tindakan, siswa yang mengerjakan tugas tepat waktu masih terbatas.
Target yang ingin dicapai pada tindakan ini adalah 4 siswa berani bertanya tentang materi pelajaran yang disampaikan guru, 6 siswa berani menjawab pertanyaan guru, 25 siswa siswa aktif mengerjakan tugas tepat waktu, dan 3 siswa berani mengemukakan pendapat. Melihat hasil respon yang ada, target tujuan belum tercapai sampai pertemuan ke-4, kecuali pada indicator jumlah siswa yang berani mengemukakan pendapat. Pada indicator ini target telah tercapai pada pertemuan ke-4. Respon siswa dalam pembelajaran pada siklus 1 terpaparkan pada tabel 02.
Tabel 02
Tren Indikator Ketercapaian Tujuan
Siklus 1


No Indikator Ketercapaian Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 Pertemuan 4
1 Jumlah siswa yang memperhatikan materi yang disampaikan guru 15 13 24 28
2 Jumlah siswa yang berani bertanya tentang materi pelajaran yang disampaikan guru 0 0 0 0
3 Jumlah siswa yang berani menjawab pertanyaan guru 0 0 0 1
4 Jumlah siswa siswa yang aktif mengerjakan tugas tepat waktu 5 16 20 30
5 Jumlah siswa berani yang mengemukakan pendapat 0 0 2 4
Sumber: hasil pengamatan
Dari data tersebut di atas diperoleh gambaran bahwa sebagian besar respon siswa masih belum memenuhi harapan, meskipun pada beberapa indikator mengalami peningkatan.
Faktor yang menyebabkan tujuan belum tercapai adalah a) guru masih kesulitan menerjemahkan PRAMEK dalam pembelajaran di kelas, b) guru belum sepenuhnya ihlas melakukan perubahan pembelajaran, c) guru masih beranggapan kelas tersebut memang berbeda dengan kelas lain, dan d) guru masih berusaha mencari formula yang lebih pas dalam melaksanakan pembelajaran. Dalam melaksanakan tindakan, guru belum sepenuhnya melaksanakan pembelajaran sesuai yang direncanakan. Guru belum mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, merubah cara memberikan pertanyaan, mencari solusi keterbatasan bahan ajar, dan belum mampu melakukan pendekatan terhadap siswa.


2. Deskripsi Tindakan dan Hasil Siklus 2
Berdasarkan pengamatan, pembelajaran aktif yang dilaksanakan oleh guru adalah guru memberi pengarahan tentang pekerjaan yang ada pada LK, tiap-tiap kelompok mengerjakan LK. Mendiskusikan dan mempersiapkan hasil karyanya untuk presentasi, guru memberikan penegasan lagi tentang materi diskusi, dengan panduan lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru, dan guru memberi pertanyaan kepada siswa tentang perasaan mereka ketika mereka menawar barang, dan berusaha membeli berbagai macam barang.
Kegiatan pembelajaran menantang yang dilaksanakan oleh guru adalah guru membagikan LK pada masing-masing kelompok, guru menawarkan pada peserta didik kelompok mana yang akan presentasi dulu, dan guru memberikan reward pada kelompok berpenampilan terbaik, hasil karya terbaik, kerjasama terbaik.
Kegiatan pembelajaran rekreatif yang dilaksanakan oleh guru adalah mengajak siswa ke pasar, melakukan penyegaran (ice breaking), dan menyuruh siswa bernyanyi. Kegiatan pembelajaran efektif yang dilaksanakan oleh guru adalah guru memberi intruksi kepada siswa agar kelas dibagi menjadi 6 kelompok dengan tak bersuara selama 5 menit, guru melakukan pengawasan terhadap jalannya diskusi dengan berkeliling ke kelompok per kelompok sambil mencatat keaktifan siswa, guru juga mengingatkan beberapa siswa yang belum melaksanakan aktifitas secara maksimal.
Kegiatan pembelajaran kontekstual yang dilaksanakan oleh guru adalah guru menyuruh siswa untuk mencari contoh-contoh penyimpangan sosial yang ada di lingkungan rumahnya, guru memberi pertanyaan pada siswa bagaimana caranya menasehati jika dirumahmu ada KDRT (kekerasan dalam rumah tangga)?, dan guru mengajak siswa untuk mengamati proses jual beli di pasar tradisional.
Berdasarkan pengamatan menggunakan skala penilaian, diperoleh data hasil pengamatan terhadap tren pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Data hasil pengamatan sebagaimana pada tabel 03 berikut ini.
Tabel: 03
Tren Tindakan PRAMEK
Siklus 2


Indikator Pertemuan 1 Pertemuan 2 3 Pertemuan 4 Pertemuan
Rekreatif (target 70%) 35 (89%) 36 (90%) 35 (89%) 37 (92%)
Aktif (Target 70%) 36 (90%) 36 (90%) 37 (92%) 35 (89%)
Menantang (Target 70%) 31 (79%0 38 (95%) 38 (95%) 38 (95%)
Efektif (Target 70%) 32 (64 %) 35 70%) 40 (80%) 45 (90%)
Kontekstual (Target 70%) 26 (65%) 26 (65%) 31 (79%) 34 (85%)
Sumber: Hasil penilaian
Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa guru telah melaksanakan pembelajaran yang rekreatif, aktif, menantang, efektif, dan kontekstual sesuai target. Tabel tersebut juga menginformasikan perkembangan atau dinamika ketercapaian hasil tindakan.
Berdasarkan pengamatan juga diketahui respon siswa terhadap mata pelajaran IPS mengalami peningkatan. Siswa sudah berani bertanya, mengemukakan pendapat, menjawab pertanyaan, dan mengerjakan tugas tepat waktu. Secara kuantitatif, perhitungan terhadap respon siswa terhadap mata pelajaran IPS dipaparkan pada tabel 04 berikut.
Tabel 04
Tren Indikator Ketercapaian Tujuan
Siklus 2


No Indikator Ketercapaian Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 Pertemuan 4
1 Jumlah siswa yang memperhatikan materi yang disampaikan guru 28 30 30 34
2 Jumlah siswa yang berani bertanya tentang materi pelajaran yang disampaikan guru 2 2 4 6
3 Jumlah siswa yang berani menjawab pertanyaan guru 3 4 8 8
4 Jumlah siswa siswa yang aktif mengerjakan tugas tepat waktu 25 25 30 32
5 Jumlah siswa berani yang mengemukakan pendapat 3 4 6 8
Sumber: hasil pengamatan
Berdasarkan tabel tersebut diketahui respon siswa terhadap mata pelaran IPS pada jam terahir mengalami peningkatan dan sesuai dengan target. Secara keseluruhan ada peningkatan yang berarti pada siklus 2. Siswa yang memperhatikan guru mencapai 34 siswa (94,4%) dari seluruh kelas yang berjumlah 36, dan sudah melampaui target indikator keberhasilan 70%, atau kalau dirata-rata dari pertemuan 1,2,3 dan 4 ada 31 siswa 86,1 % dari 36 , ini juga sudah melampui target yang 70 % .
Untuk siswa yang berani bertanya pada guru pada pertemuan 4 ada 6 siswa dari 36 siswa sedang target ketercapaian ada 4 siswa, kalau dirata-rata pertemuan 1-4, ada 5 siswa yang berani bertanya, berarti untuk keberanian siswa bertanya pada guru ada diatas target indikator keberhasilan. Respons siswa dalam menjawab pertanyaan guru pada pertemuan ke 4 ada 6, jika dirata-rata pertemuan 1-4 ada 6, jadi sudah mencapai target keberhasilan indikator. Untuk mengerjakan tugas tepat waktu kalau dirata-rata dari pertemuan 1-4 ada 28 siswa, target keberhasilan indikator 25 siswa, jadi sudah tercapai. Respons siswa untuk mengemukakan pendapat kalau dirata-rata pertemuan 1-4 ada 5 siswa, target indikator keberhasilan ada 3 siswa yang berani mengemukakan pendapat 5 siswa, jadi keberhasilan sudah tercapai.
Dengan demikian bahwa tindakan yang dilakukan tim PTK pada silkus 2 sudah berhasil sesuai target indikator keberhasilan. Untuk itu penelitian tindakan kelas dapat dihentikan.
Pembahasan
Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan a) mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya, b) memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial, c) memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan, dan d) memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.
Untuk mendukung tujuan tersebut diperlukan proses pembelajaran yang mampu menempatkan siswa sebagai subyek pembelajaran. Siti Prihatiningtyas (2004) berpendapat bahwa pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Guru harus menggunakan strategi yang baik agar siswa mampu mencapai tujuan.
Dalam pandangan teori belajar humanistik, belajar menekankan pada isi dan proses yang berorientasi pada peserta didik sebagai subyek belajar (Rianto, 2000). Teori ini bertujuan untuk memanusiakan manusia agar mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan. Pembelajaran juga harus berpedoman pada pandangan pembelajaran konstruktivisme. Paradigma konstruktivistik merupakan basis reformasi pendidikan saat ini. Menurut paradigma konstruktivistik, pembelajaran lebih mengutamakan penyelesaian masalah, mengembangkan konsep, konstruksi solusi dan algoritma daripada menghafal prosedur dan menggunakannya untuk memperoleh satu jawaban benar.
Jika respons siswa merupakan indikator yang dianggap penting dalam pembelajaran, maka seorang guru perlu memahami bahwa model pembelajaran inovatif dapat diterapkan pada kesempatan tertentu dan subjek tertentu. Artinya, tidak ada model pembelajaran yang dianggap paling baik untuk mendorong respons siswa terhadap pelajaran, tetapi guru perlu menguasai dan mampu menerapkan model-model pembelajaran tersebut di dalam kelas.
Guru dituntut melaksanakan pembelajaran yang baik, pembelajaran yang mampu mendorong siswa secara aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Dalam kenyataannya tidak selamanya siswa mempunyai respon yang baik terhadap seluruh mata pelajaran, apalagi pada mata pelajaran IPS yang dilaksanakan pada jam-jam terahir. Untuk itu Guru IPS mensiasati dengan melaksanakan PRAMEK (pembelajaran rekreatif, aktif, menantang, efektif, dan kontekstual).
Nyatanya pelaksanaan pembelajaran tersebut tidak mudah. Sebagaimana yang telah dipaparkan pada deskripsi hasil, PRAMEK yang telah dilaksanakan ternyata tidak berjalan dengan baik. Guru belum sepenuhnya melaksanakan pembelajaran sesuai yang direncanakan. PRAMEK belum sepenuhnya diimplementasikan melalui pembelajaran yang nyata. Guru belum mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, merubah cara memberikan pertanyaan, mencari solusi keterbatasan bahan ajar, dan belum mampu melakukan pendekatan terhadap siswa.
Akibatnya, respon siswa masih dibawah yang diharapkan. Tidak ada siswa yang berani bertanya tentang materi pelajaran yang disampaikan guru, jumlah siswa yang berani menjawab pertanyaan guru dibawah target, dan jumlah siswa berani yang mengemukakan pendapat hanya beberapa orang.
Faktor penyebabnya berdasarkan refleksi yang dilakukan tim adalah guru masih kesulitan menerjemahkan PRAMEK dalam pembelajaran di kelas, guru belum sepenuhnya ihlas melakukan perubahan pembelajaran, guru masih beranggapan kelas tersebut memang berbeda dengan kelas lain, dan guru masih berusaha mencari formula yang lebih pas dalam melaksanakan pembelajaran.
Untuk mengatasi masalah tersebut, guru terus didukung sepenuhnya oleh tim dalam memahami dan menerjemahkan PRAMEK melalui diskusi yang berlangsung intensif. Guru perlu didorong lebih terbuka dalam memahami kekurangan siswa, sehingga guru lebih ihlas dalam melaksanakan pembelajaran tersebut. Guru perlu diberi pemahaman bahwa kondisi kelas yang di treatment tersebut kondisi kelas dan waktunya memang berbeda, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk melaksanakan pembelajaran yang rekreatif, aktif, menantang, efektif, dan kontekstual. Dengan kata lain, guru memang tidak perlu bosan-bosan mencoba menerapkan pembelajaran yang mengandung unsur rekreatif, aktif, menantang, efektif, dan kontekstual.
Setelah guru melakukan siklus kedua, ternyata pembelajaran yang dilaksanakan mengalami perubahan yang signifikan. Belajar dari pengalaman sebelumnya guru semakin menguasai PRAMEK. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru semakin nyaman melaksanakan pembelajaran, sehingga respon siswa mengalami peningkatan. Peningkatan respon yang diperlihatkan siswa adalah mempunyai keberanian bertanya terhadap materi yang telah diajarkan, berani menjawab pertanyaan guru atas inisiatif sendiri, mengerjakan tugas tepat waktu, dan mempunyai keberanian mengemukakan pendapat.
Keberhasilan guru dalam melaksanakan PRAMEK tidak terwujud begitu saja, tapi membutuhkan waktu, proses, kerjasama, bimbingan, dan keterbukaan dari guru yang bersangkutan. Guru perlu waktu untuk memahami karakteristik siswa dan menyesuaikan pula dengan waktu pembelajaran. Guru perlu waktu untuk bisa membedakan perbedaan pengaruh secara psikologis antara pelajaran pagi dengan siang. Guru membutuhkan proses yang relativ panjang untuk bisa menerima kenyataan bahwa siswa mempunya kemampuan yang bermacam-macam.
Guru perlu membuka diri dalam memahami perbedaan siswa. Tidak semua siswa cerdas, dan siswa cerdas akan mengalami kesulitan belajar ketika waktu pembelajaran mengalami hambatan. Untuk itu diperlukan kreatifitas dan inovasi guru dalam pembelajaran. Salah satunya melalui pembelajaran yang rekreatif, aktif, menantang, efektif, dan kontekstual (PRAMEK).

PENUTUP
Pelaksanaan pembelajaran rekreatif, aktif, menantang, efektif, dan kontekstual untuk meningkatkan respon siswa ternyata tidak berjalan dengan mudah. Faktor yang menyebabkan tujuan belum tercapai adalah guru masih kesulitan menerjemahkan PRAMEK dalam pembelajaran di kelas, belum sepenuhnya ihlas melakukan perubahan pembelajaran, masih beranggapan kelas tersebut memang berbeda dengan kelas lain, dan masih berusaha mencari formula yang lebih pas dalam melaksanakan pembelajaran.
Belajar dari pengalaman sebelumnya guru semakin menguasai PRAMEK. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru semakin nyaman melaksanakan pembelajaran, sehingga respon siswa mengalami peningkatan. Peningkatan respon yang diperlihatkan siswa adalah mempunyai keberanian bertanya terhadap materi yang telah diajarkan, berani menjawab pertanyaan guru atas inisiatif sendiri, mengerjakan tugas tepat waktu, dan mempunyai keberanian mengemukakan pendapat.
Guru mata pelajaran mempunyai permasalahan dan kesulitan yang beragam sesuai dengan mata pelajaran, siswa, dan waktu, disamping faktor-faktor lain yang saling berpengaruh. Pembelajaran inovatif perlu dilaksanakan guru dengan pendekatan yang menempatkan siswa sebagai subyek. Respon siswa sebagai salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran perlu dipahami dan disikapi dengan pelaksanaan pembelajaran yang inovatif.

DAFTAR PUSTAKA
Herdian. 2009. Model Pembelajaran Cooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament)
Kristinawati. Upaya Mewujudkan Pakem (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif Dan Menyenangkan) Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournaments Pada Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta. Yogyakarta. UIN
Martiningsih. 2007. Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bagaimana Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan ? www. Martiningsih.online
Prihatiningtyas, Siti. 2004. Penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah dalam Proses Belajar Mengajar da MTs Al Khoiriyah Semarang. Tesis. Semarang: Program Pascasarjana Unnes
Sudrajad Ahmad. 2009. Model Cooperatif learning dan pendekatan ICARE (1). http://smacepiring.wordpress.com/
Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

2 komentar:

bang pulsa said...

patut diterapkan oleh guru muda pak sholeh,, :)

Isti Chisato said...

selamat pagi pak, bolehkah saya meminta video PRAMEK?? terima kasih.
Istianah, mahasiswa pendidikan IPA, UNNES

Post a Comment

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design