Dec 4, 2010

Bahari nirvana Derawan

Oleh Amril Taufik Gobel



A tropical paradise located in one of the island province of East Kalimantan, Berau precisely and in the Strait of Sulawesi, not far from the border with Malaysia. Derawan Island into a maritime tourist destinations attractive choice for you who likes the beach with soft white sand and clear water shining. Moreover, added bonus benign encounter turtles that swam happily while we do the dive.
Sometimes when sitting on the edge of a wooden bridge that leads to the sea, we can see the green turtles and fro on the surface of clear water. Occasionally even the turtles that seem to roam around the cottage is located on the coast of the island. At nightfall, several turtles climbed ashore and lay eggs there.


Alloy sea and moss colors produce stunning shades of blue and green, and a small forest in the middle, make this island so beautiful natural scenery presents a pity to miss for granted. What remains, deep memories.



Dr. Carden Wallace of the Museum of Tropical Queensland, Australia has examined marine wealth Derawan Island and found more than 50 types of Arcropora (marine animal) in one coral reef. No one seems if Derawan island famous as the third highest in the world as an international dive destination
This island is relatively less well known especially in the country because of its own struggle to achieve it takes quite complicated. You must go first to Balikpapan from Jakarta, Surabaya, Yogyakarta or Denpasar, to go to this island. Approximately two hours travel time of flight from Jakarta to Balikpapan.
From Balikpapan, you still have to fly to Cape Redeb for one hour with a small plane that served by KAL Star, Deraya or DAS. In addition, Cape Redeb can also be reached by sea, with boarded the ship from Samarinda Tarakan to Tanjung Redeb or proceed with the lease motorboat to the island Derawan with long travel approximately 2 hours.




Banyak wisatawan manca negara yang baru turun dari pesawat di bandara Kalimarau, Tanjung Redeb langsung berangkat ke pulau Derawan dengan motorboat yang sudah ditambatkan di sebuah pelabuhan khusus.

Alternatif lain bisa juga melalui perjalanan darat dari Balikpapan ke Tanjung Batu lalu dari sana menyeberang ke Pulau Derawan. Hanya saja ini bukan pilihan yang bagus karena perjalanan penyeberangan itu sendiri memakan waktu hingga belasan jam dengan medan yang relatif tidak menyenangkan.

Meskipun begitu, tahukah Anda, justru banyak wisatawan asing yang sudah tahu lebih banyak soal keberadaan pulau eksotis ini. Sejumlah wisatawan Jepang dari Tokyo melalui travel yang ada di sana “tembak langsung” berangkat ke Singapura atau ke Sabah kemudian melanjutkan perjalanan ke Balikpapan, lalu ke Tanjung Redeb menggunakan pesawat kecil.

Mereka memanfaatkan waktu mereka selama di Derawan dengan menyelam, menyusuri keindahan bawah laut di pulau tersebut yang memang merupakan lokasi terbaik untuk olahraga selam. Apalagi dengan kondisi pulau yang terpencil dan “masih perawan” kian menambah pesona siapapun juga untuk menikmatinya selama mungkin.



Tak usah jauh-jauh, hanya dalam jarak 50 meter dari bibir pantai, kita sudah dapat menyaksikan terumbu karang yang indah dan ikan-ikan beraneka warna hilir mudik. Airnya sangat bening. Anda pun bisa menyewa snorkel seharga Rp 30 ribu per hari. Bila ingin menyelam lebih dalam, kita dapat menemukan ikan-ikan yang lebih “eksotis” seperti kerapu, ikan merah, ikan kurisi, ikan barracuda, teripang, dan kerang. Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai "Blue Trigger Wall" karena pada karang dengan panjang 18 meter tersebut banyak terdapat ikan trigger (red-toothed trigger fishes).

Pulau Derawan menyediakan fasilitas-fasilitas tempat penginapan (cottage), penyewaan peralatan menyelam dan juga restoran. Ada pula penginapan-penginapan bertarif murah yang dikelola oleh warga sekitar. Kisaran harganya mulai dari Rp 45 ribu sampai Rp 100 ribu/malam.

Masih belum puas?

Anda dapat meninjau juga pulau lainnya yang berada di sekitar Derawan. Misalnya: Pulau Sangalaki, Maratua, dan Pulau Kakaban yang mempunyai keunikan tersendiri. Ikan Pari Biru (Manta Rays) yang memiliki lebar mencapai 3,5 meter berpopulasi di Pulau Sangalaki. Malah bisa pula ditemui—jika cukup beruntung—ikan pari hitam dengan lebar “bentang sayap” 6 meter . Sedangkan Pulau Kakaban mempunyai keunikan yaitu berupa danau prasejarah yang ada di tengah laut, satu-satunya di Asia.

0 komentar:

Post a Comment

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design